Jumat, 30 Januari 2015

IB pada unggas



INSEMINASI BUATAN PADA AYAM KAMPUNG


Bahan Yang Harus Dipersiapkan :
1.        Ayam jantan yang telah terlatih dikoleksi semennya
2.        Ayam induk betina yang sedang berproduksi
3.        Larutan NaCl/Ringer laktat

Alat :
1.        Spuit ukuran 1ml(tanpa jarum suntik)
2.        Tabung penampung semen

Prosedur Penampungan (Koleksi) Semen:
1.        Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2.        Koleksi semen ayam jantan dengan cara: orang pertama memegang ayam jantan dengan posisi kepala ayam jantan di sebelah kiri perut sipemegang. Orang kedua dengan menggunakan tangan kanan mengelus-elus bagian punggung hingga pangkal ekor beberapa kali hingga nampak bulu ekor ayam jantan mengangkat ke atas, setelah itu dipijat bagian kloaka secukupnya jangan sampai melukai. Bersamaan dengan pemijatan(penekanan) pada bagian kloaka tersebut, tabung penampung semen dengan menggunakan tangan kiri ditempatkan di depan kloaka untuk menampung semen.
3.        Semen yang tertampung segera di evaluasi ( Evaluasi Semen secara makroskopis:(Volume, warna, bau dan konsistensi).
Pengamatan Yang Perlu Dicatat :
a)      Berapa lama ayam jantan terangsang  atau berapa lama waktu semenjak ayam jantan dielus-elus hingga keluar semennya.
b)      Volume semen yang terkumpul
c)      Kebersihan semen, apakah bersih atau kotor:tercampur feces, serpihan kulit, bulu atau kotoran lainnya.


Tahap Pengenceran Sebelum Dilakukannya Inseminasi :
Pengantar : Proses pengenceran dilakukan agar volume semen yang diperoleh volumenya menjadi lebih banyak sehingga lebih mempermudah dalam alokasi volume dan memperbanyak jumlah betina yang dapat diinseminasi.
Dilakukannya pengenceran tidak begitu saja dilakukan tapi ada prosedurnya serta alat dan bahannya supaya pengenceran dapat hasil yang baik berikut alat dan bahannya :
Bahan :
1.        Semen
2.        Ringer Laktat/NaCl
Alat :
1.        Tabung reaksi
2.        Gela/plastik pengaduk
3.        Spuit
4.        Tisu
Prosedur :
1.        Semen ayam segar di masukan ke dalam tabung reaksi.
2.        Tambahkan larutan ringer laktat ke dalam tabung reaksi yang berisi semen ayam tersebut dengan perbandingan semen dan ringer laktat (1:3)
3.        Homegenkan/Campur dengan cara mengaduk secara perlahan memakai pengaduk plastik atau pengaduk yang terbuat dari kaca.
4.        Setelah homogen, tutup tabung reaksi dengan alumunium foil dan
5.        Simpan didalam refrigerator(Temperatur sekitar 5oC).
Pengamatan Yang Perlu Dicatat:
a)      Volume masing-masing: semen dan larutan pengencer
b)      Total volume campuran semen di larutan pengencer
c)      Konsistensi semen.

Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Ayam :
Teknik Inseminasi buatan pada unggas biasanya dilakukan secara intravaginal. Untuk lebih memudahkan dan tepat sasaran, maka ayam betina yang akan diinseminasi harus sedang berproduksi. Ayam yang sedang berproduksi akan lebih mudah dikuakkan kloakanya, sehingga peletakan semen ke dalam vagina sangat mudah, jika tidak demikian maka akan susah dan mengalami kegagalan serta ayam betina tidak akan membuahkan hasil berupa telur.

Sebelum dilakukannya inseminasi alangkah baiknya kita mempersiapkan alat-alat serta bahannya berikut yang harus dipersiapkan :
Bahan :
1.        Semen segar, atau semen yang telah diencerkan
2.        Ayam betina yang sedang berproduksi
3.        Tisu
Alat:
1. Spuit ukuran 1ml (Spuit yang telah diambil jarumnya).
Prosedur :
1.        Siapkan atau ambil semen dari refrigerator
2.        Siapkan ayam betina yang akan di IB
3.        Ambil semen dengan/ke dalam spuit(1ml) sebanyak 0,1ml.
4.        Pegang ayam betina, kuakan kloakanya, hingga nampak jelas saluran reproduksi dan anus.
5.        Bersihkan bagian vagina (Lubang  sebelah kiri) bilamana ada kotoran yang menghalangi.
6.        Masukan semen yang ada di spuit dan disemprotkan ke dalam saluran reproduksi ayam(vagina) sebelah kiri.
Pengamatan Yang Perlu Dicatat Atau Diperhatikan :
1.        Dosis atau volume semen yang dimasukkan ke dalam saluran reproduksi
2.        Posisi peletakan semen ( dimana, kedalamannya berapa cm?)
3.        Apakah ada semen yang menetes keluar?
4.        Posisi anus (saluran kotoran) dan vagina cukup jelas, di sebelah mana?

Inseminasi (Cara memasukan semen kedalam vagina ayam[kloaka] sebelah kiri)

(Cara mengeluarkan semen dengan mengelus-elus bagian punggung dan memijit bagian kloaka dengan perlahan)
(Spuit untuk menampung [semen] dan mengsinseminasi buatan pada ayam)

cara membuat ransum



Cara Membuat Ransum Sendiri
A. Peralatan dan fungsinya
Ø  Sekop digunakan sebagai alat pengaduk (pencampur) bahan-bahan ransum
Ø  Penggilingan biji-bijian, digunakan untuk menghaluskan bahan baku ransum hingga berbentuk tepung.
Ø  Penggilingan daging dan ayakan, digunakan untuk membuat ransum dalam bentuk pelet dan butiran.
Ø  Kukusan, digunakan untuk mengukus. Kususan dapat dibuat dari drum atau dapat juga digunakan alat penanak nasi.
B. Cara Pembuatan
Pada dasarnya, cara membuat ransum jadi adalah penyatuan berbagai jenis bahan baku yang mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ternak.
1. Ransum bentuk tepung
Membuat ransum dalam bentuk tepung, sangatlah mudah dan sederhana. Caranya adalah bahan-bahan baku dihaluskan, ditakar sesuai dengan formula ransum, kemudian bahan-bahan tersebut dicampur. Cara pencampuran dilakukan mulai dari bahan yang paling sedikit hingga yang komposisinya paling besar. Campuran ransum dianggap merata apaabila tidak ada lagi bahan yang kelihatan dominan baik bentuk maupun aromanya. Ransum bentuk tepung selanjutnya dikemas dan disimpan dalam gudang penyimpanan.
2. Ransum bentuk pelet
Membuat ransum bentuk pelet, adalah kelanjutan dari ransum bentuk tepung. Mula-mula bahan disiapkan, digiling halus, ditakar, selanjutnya campurkan bahan kering terlebih dahulu yang dimulai dari bahan yang jumlahnya paling sedikit. Selanjutnya campurkan bahan-bahan cair dengan cara penyemprotan secara merata, aduk, kemudian dilanjutkan dengan proses penguapan (dikukus).
Untuk membentuk ransum menjadi pelet, digunakan penggilingan daging dengan ukuran lubang sekitar 2-5 mm. Setelah adonon digiling, hasilanya akan berupa batangan basah, potong batangan basah sepanjang 3 cm. Lakukan pemotongan ini pada saat penggilingan. Selanjutnya proses pengeringan, setelah kering, patahkan batangan ini sepanjang1-2 cm. Demikianlah proses pembuatan ransum bentuk pelet.
3.  Ransum bentuk butiran
Pembuatan ransum butiran hampir sama dengan pembuatan ransum bentuk tepung dan pelet. Jadi setelah bahan digiling halus, ditakar dan dicampur, langkah berikutnya adalah adonan di ayak. Caranya adalah : siapkan ayakan berlobang dengan diameter 3 – 4 cm, letakan adonan di dalam ayakan, kemudian adonan ditekan-tekan hinggabentuk butiran keluar dari dasar ayakan. Agar bentuk butirannya bagus, maka jangan biarkan hasil cetakan menumpuk, selanjutnya adalah proses pengeringan.
C. Pengemasan dan Penyimpanan
Untuk menjaga mutu ransum, sebaiknya ransum dikemas dalam kantung plastik dan disimpan dalam gudang atau tempat penyimpanan yang memiliki ventilasi yang baik. Waktu penyimpanan sebaiknya paling lama dua minggu. Di dalam gudang penyimpanan, sebaiknya karung-karung diatur dan disusun rapi.  Untuk menjaga agar karung tidak bersinggungan langsung dengan lantai, sebaiknya di bagian alasnya diberikan kayu. Hal ini bertujuan agar udara lembab dari lantai tidak langsung diserap dalam karung ransum. Selain lantai, dinding gudang penyimpanan yang terbuka perlu ditutupi dengan karung plastik. Hal ini dimaksudkan agar suhu dan kelembapan dalam gudang tetap stabil dan terjaga.


Sumber : Sudaro Yani, Siriwa Anita, Ransum Ayam dan Itik, Jakarta: Penebar Swadaya, 2000

pakan ayam kampung



ALTERNATIF PAKAN UNTUK AYAM KAMPUNG
v  Bahan-bahan untuk membuat 20 kg ransum basah adalah sebagai berikut :
Ø  Dedak 3 kg
Ø  Ampas (tahu, kelapa, singkong) 3 kg/masing-masing bagian
Ø  Sisa-sisa tanaman dan hijauan 4 kg
Ø  Tepung tapioka ½ kg
Ø  Garam dapur 100 gr
Ø  Air rendaman kapur 100 cc
Ø  Air bersih 10 liter

v  Cara Membuat:
Semua bahan yang sudah ditakar dicampur dan diaduk jadi satu pada bak atau wadah besar atau yang lebih baik menggunakan drum yang bersih sekaligus menjadi tempat untuk memasaknya di atas tungku api.
Bila adonan sudah menjadi seperti bubur encer, panaskan sampai mengental.
Aduk terus selama proses memasak/memanaskan di atas api, jaga jangan sampai hangus pada bagian bawah dan atasnya. Proses pemanasan cukup sampai mengental. Angkat dan dinginkan di lantai.
Cetak adonan masak/pakan pada alas, jemur bedek bambu ukuran tebal 2,5 – 3 cm, panjang 30 cm dan lebar (ukuran kertas folio).  Cetakan dapat dibuat dari bingkai bambu. Jemur dan bolak balik sesuai keadaan. Keringkan sampai  kadar airnya  14%.
Simpan ransum pada kaleng dan tutup rapat untuk persediaan ransum sehari-hari ternak peliharaan. Berikan ransum ternak sesuai kebutuhan.

v  Cara Pemberian Ransum Pada Ternak:
Bila tidak melakukan penjemuran/pengeringan ransum basah, setelah dimasak dapat langsung diberikan dengan cara tambahkan lagi air dingin agar ransum menjadi bubur encer. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan  2 cc/kg ransum dan hidangkan pada ternak.
Ransum padat/kering diseduh/direndam dengan air panas/dingin (dosis 1 kg ransum + 5 liter air untuk 1 x makan), aduk sampai seperti bubur. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan 2 cc/kg ransum dan berikan pada ternak unggas ayam kampung, Atau unggas lainnya